Pacaran ? perlukah ?

Pacaran?
Apa c yang t’lintas dalam fikiran saat mendengar, melihat, membaca tulisan “pacaran”?
Apa c pacaran?
Berduaan?
Jalan berdua?
Makan berdua?
Ngobrol berdua?
Berdua ditempat sepi dengan rasa nyaman?
Tuing”… serba berdua?
Atau hanya sekedar ingin mengenal “siapakah dia”?
Hehe…
Kalau sudah mengenal gimana?
Mau dilanjutin atau tetap mengharapkan yang lebih baik dari yang sudah dikenal??
GubraQ.. Tuing”…
Hihihi… itu makanya Allah melarang pacaran dalam Islam.
Allah takut hati makhlukNya tersakiti dengan perasaan yang meluap-luap (apa itu rindu, kangen, marah, cemburu atau yang lainnya) sedangkan Allah belum ridho (karena belum menikah).
Yang paling Allah takutkan nantinya terjadi apa yang dinamakan dengan “zinah”. Zinah kecil maupun zinah besar. Naudzubillahiminzalik.

Jadi teringat Reff lagunya Crisye. Ntah judulnya apa. Yang jelas bunyinya gini

Quote:
…berkata tangan kita tentang apa yang dilakukanya
berkata kaki kita ke mana sajakah dia melangkahnya
tidak tahu kita
tiba harinya
tanggungjawab kita

Tuing”… merinding bulu kuduku denger lagu itu.
Jelas sekali Allah sangat amat sayang ‘ma kita semua. Bayangin coba nanti saat waktunya kita bertemu Allah, tangan kita berkata “Ya Rabb, aku selama di dunia selalu melakukan zinah memegang tangan lawan jenis” atau kaki kita berkata “Ya Rabb, selama di dunia aku selalu berjalan menuju rumah si fulan.. si fulan.. si fulan…”

Huaaaaaaaa….. tidaaaakk… gubraQ.
Karena itu pacaran dilarang ‘ma Allah untuk menghindari hal-hal seperti itu.

Trus gimana dong perkenalanya?
Banyak cara. Yang dicontohkan Rasull dan para sahabatnya diantaranya:
1. Memperkenalkan diri pada orang tuanya dan menyampaikan maksud hati kita untuk meminang sang gadis. Dengan mengenal kehidupan orang tuanya kita bisa melihat dengan jelas bagaimana kehidupan sang gadis (calon pasangan). Insya Allah kalau Allah ridho bakalan dipertemukan dalam sebuah perjodohan.

2. Bertanya saudaranya. Bagaimana si fulan. Kesukaannya apa si fulan. Dan sebagainya. Sebab setelah orang tua pasti saudaranya yang mengenal si gadis. Betul tidak?

3. Bertanya pada teman dekatnya. Ingat ya… hanya teman dekat. Tidak teman yang lain. Kenapa? Takut terjebak dalam gibhah *gosip*. Hehe… dan ini urutan paling terakhir, dalam arti pintu darurat kalau tidak ada sanak famili yang bisa kita tanyai. Heheh…

yahh itulah pacaran ….. aneh bin ajaib tapi kenyataan yang berkembang sekarang dalam masyarakat adalah smua melakukan yang di namakan pacaran ( included me too, but thats an old story )



2 Comments »

  1.   Lala Said:

    on October 15, 2008 at 11:24 pm

    jadi skrang udah insaf neh bang!!!!
    langsung married aja kali yach…
    hehehehe…

  2.   eqy Said:

    on February 24, 2009 at 11:08 am

    sebenernya pacaran itu baik buat kehidupan apa ga c?

{ RSS feed for comments on this post}

Leave a Comment